Objek Wisata

Karaci - Desa Kakiang


Admin   06 Agustus 2017    150   beri rating

Dalam masyarakat Sumbawa dalam hal ini Suku Samawa terdapat berbagai bentuk ekspresi budaya, baik budaya benda maupun budaya tak benda yang terangku,m dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu unsur budaya tak benda (intangible culture) yang berkembang dan masih dipraktekkan hingga saat ini adalah karaci.

Mengacu pada lima domain budaya, karaci memenuhi 3 diantaranya yaitu (1) tradisi dan ekspresi lisan, dengan kategori permainan tradisional atau olahraga tradisional, (2) seni pertunjukkan, terdapat unsur seni tari san seni musik  (3) adat istiadat masyarakat. Karaci merupakan perpaduan antara permainan tradisional, olahraga tradisional, keterampilan bela diri, kesenian dan tradisi masyarakat.

Karaci yang dimainkan oleh dua orang laki-laki sebagai tokoh utama dalam sebuah pertarungan sesungguhnya memiliki makna filosofis yang mendalam yang berakar dari nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sumbawa. Secara filosofis, karaci mengandung makna suatu proses melatih diri menjadi laki-laki sejati dengan menanamkan jiwa kedisiplinan, sportivitas, penguasaan dan pengendalian diri dengan dilandasi nilai seni dan estetika untuk selanjutya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Karaci pada masa populernya merupakan permainan yang mendatangkan prestise bagi pelakunya namun kian hari semakin ditinggalkan. Dewasa ini, karaci hanya dapat dijumpai di beberapa desa saja, salah satunya di Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir.

Desa Kakiang yang berjarak 15 km dari Sumbawa Besar adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi.Dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi atau ojek selama sekitar 30 menit. Di desa ini terdapat sebuah komunitas yang tetap melestarikan karaci, komunitas ini selalu siap untuk melakukan atraksi permainan dan seni tradisional Sumbawa seperti karaci, barempuk, rapanca, sakeco, ratib dan barapan kebo, tentunya berdasarkan permintaan dan negosiasi terlebih dahulu.

Objek Wisata Lain yang ada di Moyo Hilir