Objek Wisata

Bala Puti


Admin   06 Agustus 2017    116   beri rating

Jika di India terdapat Taj Mahal yang dibangun oleh kekaisaran Mughal di bawah pemerintahan Kaisar Shah Jahan sebagai musoleum untuk mengenang istri tercintanya, Ratu Mumtaz Mahal, maka dalam versi berbeda di Sumbawa ada Istana Bala Puti—sebuah bangunan cinta Sultan Sumbawa untuk permaisurinya. Istana Bala Puti dibangun tahun 1932-1934 pada pemerintahan Sultan Sumbawa ke-17 Dari Dinasti Dewa Dalam Bawa yaitu Sultan Muhammad Kaharuddin III. Pembangunan istana yang mulai ditempati pada tahun 1934 ini  adalah sebagai persembahan cinta kepada salah seorang putri Sultan Bima Siti Khadijah Daeng Ante Ruma Paduka Puteri Sultan Muhammad Salahuddin. Sebelum menikah, Siti Khadijah mengajukan syarat, bahwa dirinya bersedia dipersunting Kaharuddin asalkan mampu membangun istana yang persis sama dengan Istana Bima (Asi Mbojo).

Istana Bala Puti kini masih berdiri kokoh dan anggun menghadap ke  Lapangan Pahlawan di pusat kota Sumbawa Besar, berdekatan dengan Istana Bala Kuning. Di depan istana masih berdiri bangunan Bale Jam yang menjadi tempat khusus diletakkanya lonceng penanda waktu. Pada bagian selatan istana terdapat Sumer Batir, sebuah sumur keramat yang airnya merupakan salah satu dari empat jenis air kadewa yang menjadi kelengkapan upacara daur hidup Istana Kesultanan Sumbawa. Sumer Batir sendiri sudah ada sejak periode awal terbentuknya Kesultanan Sumbawa.

Daya tarik lain di kompleks istana yang memiliki halaman luas dengan tamannya yang tertata asri ini yaitu pengunjung dapat menyaksikan kawanan rusa Sumbawa di halaman timur istana.

Istana Bala Puti kini berfungsi sebagai wisma daerah, tempat penyambutan tamu-tamu penting daerah. Bangunan istana yang mengambil konsep bangunan kolonial Belanda ini telah ditambahkan pintu pada depan Ruang Balairung Sari dan menjadi ruang untuk kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition). Disamping itu, bersama dengan Lapangan Pahlawan juga menjadi tempat dilaksanakannya Festival Moyo. Festival Moyo adalah kegiatan promosi pariwisata, budaya dan investasi berskala internasional dan telah menjadi agenda tetap yang dilaksanakan setiap bulan September.

Sesuai dengan namanya Istana Bala Puti, istana ini didominasi dengan cat warna putih yang bermakna kesucian menjadi bukti keabadian cinta yang ditorehkan pemilik cinta sejati di awal Abad 20 yang masih dapat kita saksikan eksotismenya hingga saat ini. Meskipun Istana Sultan Kaharuddin III ini tidaklah semegah Istana Kaisar Shah Jahan, namun keduanya merupakan wujud persembahan cinta, kesetiaan, dan pengorbanan dua insan dalam mewujudkan janji cintanya.

Istana Bala Puti (Wisma Daerah) berjarak sekitar 2 km dari Bandara Sultan Kaharuddin dan dapat dicapai dengan segala jenis model transportasi darat.

Objek Wisata Lain yang ada di Sumbawa